Apa dan Siapa?
Nana Suryana,Jurnalis Muda Berbakat Dan Kritis
Oleh SatiminSelasa, 27 September 2011 21:22 WIB | Dibaca 599 kali

Kurangnya minat baca warga Pangandaran awalnya menjadi kendala untuk memulai karirnya menjadi jurnalis, dulu setiap pagi sebelum mencari berita Nay harus menunggu koran hari itu yang dikirim dari kantor Nay untuk diberikan kepada pelangganya, selain menjadi wartawan Nay juga bertugas menjadi loper koran untuk perusahaannya.
Dunia wartawan memang memberi warna-warni dalam kehidupan Nay, Kadang Dia harus pulang malam, setelah itu sampai di rumah Nay harus mengetik naskah untuk selanjutnya dikirim ke redaktur dan semua itu dinikmatinya, menjadi seorang jurnalis memang tidak mudah seperti yang dibayangkan, namun juga tidak terlalu sulit jika mau berusaha, mempersiapkan fisik dan mentallah yang perlu dijaga.
Suka dan duka Nay dalam mencari informasi apa lagi setelah berkeluarga, ayah satu orang anak ini harus rela sering berpisah dengan keluarganya untuk sekedar menunaikan tugasnya sebagai jurnalis, image kurang baik yang melekat pada wartawan daerah perlahan-lahan mulai dipatahkan oleh tulisanya yang objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut-sudut tertentu melainkan untuk melayani Masyarakat Pangandaran.
Seperti apa yang pernah dikatakan wartawan senior Indonesia Djafar Husin Assegaff tentang amplop di kalangan pemburu berita," kalau kita mau menegakkan image wartawan yang baik, surat kabar yang baik dan kebebasan pers, maka yang harus dilakukan adalah menghapuskan sistem amplop, kemudian menghapuskan surat kabar-surat kabar yang tidak bisa "menghidupi" dirinya, maka Nay percaya perjuangannya merintis karir menjadi jurnalis yang dimulai dari nol akan berbuah manis pada akhirnya.
Kita tahu bahwa kemajuan suatu negara tidak luput dari peran serta informasi media, semua hal yang disoroti dan diungkapkan oleh wartawan, mampu membentuk opini publik yang efektif, maka dari sanalah tampak sekali peran wartawan saat menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial.
Baca Juga Apa dan Siapa? Lainnya:
1
saji FathurrohmanRabu, 28 September 2011 00:58 WIB
Wah keren mas salut atas perjuangan yang dilakukan selama ini, semoga saja penilaian, negatif dapat di tepis dengan ketulusan dan keiklasan untuk menyediakan Informasi buat warga.
2
syabaniSabtu, 01 Oktober 2011 19:56 WIB
maaf...untuk mypangandaran.com..tulisan berita nya masih belum menggunakan kaidah penulisan bahasa indonesia yang baik. misalnya setelah koma memakai masih pakai huruf besar, atau setelah titik tidak spasi..mohon diperbaiki. terima kasih.
3
SatiminSenin, 03 Oktober 2011 10:36 WIB
@ Bpk Syabani, terima kasih kritikannya,untuk penulisan akan Kami perbaiki. perlu diketahui bahwa myPangandaran masih dalam tahap belajar,semua kritik dan saran sangat membantu. Terima Kasih
4
syabaniSenin, 03 Oktober 2011 20:49 WIB
duuuh..jd malu sya..kumaha damang kang satimin??? sy suka dg mypangandaran, jd sy kritik, meskipun sy juga mungkin gak bisa nulis...go go go mypangandaran.com..salam buat kang Adi...
5
erwinSabtu, 08 Oktober 2011 17:40 WIB
luar biasa... Sy tau percis bagaimana perjuangan dan pengorbanan seorang jurnalis. Menjamurnya perusahaan media di era kebebasan pers, menjdi tantangan tersndiri bagi seorang wartawan yang benar" memiliki kemampuan jurnalistik, bukan masalah persaingan, melainkan tumbuh suburnya wartawan "uka-uka", siapa saja bisa jadi wrtawan, karena memang mereka tidak digaji, justru sebaliknya mereka harus menghidupi perusahaannya sendiri, hebat bukan? seorang wrtawan justru membayar redaksinya, namun dampaknya sangat buruk, untuk mendapatkan uang, koran dijadikan senjata mencari uang, ada kasus, disitulah mereka bermain, kalau tidak bisa dikondisikan, bersiap"lah sang korban masuk koran. Mereka yang dikenal sebgai wartawan "uka-uka" tidak sepenuhnya disalhkan. Kondisi tersebut terkadang terpaksa dilakukan karena perusahaannya tidak mampu menggaji. Kenapa mereka tumbuh subur? Ini bisa jadi indikator, di negeri kita ternyata masih banyak orang yang melakukan kesalahan, karena mereka ternyata sampai sekarang bisa hidup dari cara mereka bekerja..
Anda dapat memberikan komentar tentang Nana Suryana,Jurnalis Muda Berbakat Dan Kritis dengan menggunakan form dibawah ini .
Pilihan Berita
- Informasi Pemekaran Pangandaran
- Berita Kecamatan Pangandaran
- Berita Kecamatan Kalipucang
- Berita Kecamatan Parigi
- Berita Kecamatan Sidamulih
- Berita Kecamatan Cijulang
- Berita Kecamatan Padaherang
- Berita Kecamatan Cigugur
- Berita Kecamatan Cimerak
- Berita Kecamatan Langkaplancar
- Berita Kecamatan Mangunjaya
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Hotel dan Penginapan
Berdikari 2
Bagi anda yang ingin beliburan ke Pantai Pangandaran Bersama keluarga,Hotel Berdikari merupakan pilihan tepat,Hotel yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga ini menawarkan kenyamanan bagi keluarga anda.jadi mau kemana liburan anda kali ini...? Hotel Berdikari terletak di Jl. Kalen Buaya sekitar 200M menuju Pantai Pangandaran.Hotel yang setiap kamarnya di lengkapi 2 Kamar, 3 tempat tidur,1 buah kipas angin dan televisi.
Berdikari 2
Bagi anda yang ingin beliburan ke Pantai Pangandaran Bersama keluarga,Hotel Berdikari merupakan pilihan tepat,Hotel yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga ini menawarkan kenyamanan bagi keluarga anda.jadi mau kemana liburan anda kali ini...? Hotel Berdikari terletak di Jl. Kalen Buaya sekitar 200M menuju Pantai Pangandaran.Hotel yang setiap kamarnya di lengkapi 2 Kamar, 3 tempat tidur,1 buah kipas angin dan televisi.




Komentar via Facebook


